Wisata Wae Rebo, sekarang ini siapa yang tidak kenal dengan desa yang berada di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur ini? Desa yang dikenal dengan keunikan rumah adatnya dan masih berpegang teguhnya adat istiadat setiap harinya ini memberikan pengalaman unik bagi para wisatawan. Selain itu pemandangan di sekitar desa pun sangat indah, bahkan Wae Rebo juga mendapat julukan desa di atas awan.

Untuk mencapai desa yang kini popular hingga ke mancanegara ini, diperlukan persiapan yang matang. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu persiapkan sebelum melakukan perjalanan ke Wae Rebo :

Ransel yang Kuat

Untuk menuju desa Waerebo kamu harus melewati medan yang bisa dibilang tidak mudah. Dan untuk membawa semua perlengkapan kamu selama berwisata di Waerebo tentu dibutuhkan ransel yang kuat. Selain mampu menampung semua perlengkapan selama di Waerebo, ransel ini pun harus nyaman digunakan. Disarankan untuk membawa satu ransel saja selama travelling ya agar kamu bisa lebih menikmati perjalanan.

Sepatu Hiking Kondisi Prima

Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman untuk melakukan perjalanan menuju Waerebo. Disarankan untuk menggunakan sepatu hiking yang mampu menempuh medan berpasir dan juga licin.

Baterai Cadangan

Walaupun handphone tidak terlalu dibutuhkan saat kamu sudah berada di WaeRebo karena sejak di Desa Denge sinyal ponsel menghilang. Namun tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga membawa bateri cadangan.

Ditambah lagi akses listrik di desa Wae Rebo sangat terbatas. Listrik hanya menyala dari pukul 6 sore hingga 10 malam.

Jaket dan Kaos Kaki

Suhu Waerebo di malam hari cukup dingin karena letak desa ini berada di dataran tinggi. Walaupun untuk bermalam sudah disiapkan alas tidur dan selimut tebal, namun kamu harus tetap menyiapkan jaket dan kaos kaki bersih.

Siapkan Uang Tunai Sejak Di Labuan Bajo

Ketika kamu meninggalkan Labuan Bajo untuk menempuh perjalanan ke Waerebo, maka kamu tidak akan menemukan lagi ATM. Untuk itu, disarankan mengambil uang tunai secukupnya saat masih berada di Labuan Bajo.

Buku Bacaan untuk Anak-anak Wae Rebo

Jangan lupa untuk membawa beberapa buku bacaan yang akan disumbangkan pada anak-anak di Wae Rebo. Kemampuan anak-anak WaeRebo dalam berbahasa Indonesia memang masih terbatas dan dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Manggarai. Dan anak-anak ini pun baru akan meninggalkan kampung untuk bersekolah di Denger ketika usianya menginjak usia sekolah dasar.

Hal ini lah yang menjadikan anak-anak kekuarangan sarana untuk bejalar bahasa Indonesia. Namun di Wae Rebo sudah dibangun satu perpustakaan dan wisatawan diperbolehkan menyumbang buku bacaan.

Bagi kamu yang ingin menyumbangkan buku, perlu diingat untuk memberikan buku langsung pada bapak guru Wae Rebo atau orang dewasa lainnya, dan jangan ke anak-anaknya. Mengingat di Wae Rebo dilarang untuk memberikan apapun ke anak-anak, baik itu buku, permen, uang, hingga makanan kecil. Hal ini untuk menghindari mental meminta-minta.

Satu hal yang penting untuk disiapkan saat berwisata Wae Rebo yaitu persiapkan fisik. Trekking panjang menuju desa di atas awan ini dibutuhkan fisik yang baik. Pastikan kondisi tubuh sedang fit dan sehat saat hendak mengikuti open trip Wae Rebo.

Desa Waerebo Bisa Dicapai Lewat Jalur Selatan Lho!

Desa Waerebo kini keberadaannya mulai banyak diketahui oleh para wisatawan. Desa ini juga menjadi salah satu tujuan wisata bagi para turis yang berkunjung ke Bumi Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Flores. Turis lokal maupun mancanegara, berbondong-bondong datang hanya untuk merasakan kemewahan berada di Desa di atas awan ini. Berdasarkan data tahun 2015, total wisatawan yang masuk ke Waerebo berjumlah 3000 orang. 

Banyak jalan menuju Waerebo

desa waerebo, open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Kopi Pagi di Desa Waerebo

Begitulah kira-kira kalimat yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Pulau Flores seperti “Jalur ke sana sudah bagus atau belom?”, atau “susah gak sih menuju ke Waerebo, aku takut nyasar.” Beberapa juga bahkan takjub ketika mengetahu kalau ternyata Labuan Bajo adalah kota yang sudah berkembang. “Saya pikir di sini masih hutan”. atau “eh, ternyata di sini ada ATM juga ya.” Saya sih cuma bisa nyengir-nyengir aja.

Yak, menurut pengetahuan sotoy saya, paling sedikit ada 3 jalur darat yang bisa ditempuh untuk menuju ke Desa Denge, Desa Terakhir sebelum melakukan pendakian ke Desa Waerebo.

Apa saja? ini dia.


1. Jalur Trans Flores (Labuan Bajo – Lembor – Pela – Todo – Narang – Dintor – Kombo – Denge – Desa Waerebo)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Desa Waerebo

Yang pertama adalah jalur trans Flores. Jalur ini paling sering ditempuh oleh wisatawan yang memulai keberangkatannya dari Kota Labuan Bajo. Jalur ini memakan waktu tempuh 6-7 jam apabila menggunakan mobil, dan 5-6 jam apabila menggunakan sepeda motor.

Kendaraan untuk menuju ke sini pun banyak tersedia. Jangan takut, sesampainya di bandara sudah banyak mobil yang menanti anda dan menawarkan jasanya untuk mengantar anda ke manapun anda mau. Kalau ingin naik ojek juga bisa, biasanya mereka memarkir motornya di luar. Untuk masalah harga, itu tergantung dari kemampuan kamu menawar ya! Apabila sudah deal harga, jangan lupa untuk isi tenaga!

Perjalanan di mulai, sebaiknya siapkan mata dan kamera kamu karena Jalur Trans Flores terkenal dengan Panoramanya yang sangat indah. Naik gunung, turun gunung, jalanan yang berkelok-kelok menjadi warna yang akan selalu menemanimu sepanjang perjalanan.


2. Jalur Trans Flores (Ende – Bajawa – Ruteng – Narang – Dintor – Kombo – Denge)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae reboYang Kedua juga adalah jalur Trans Flores juga, hanya saja apabila anda memulai keberangkatan dari Kota Ende. Jarak tempuhnya lebih lama karena untuk mencapai Ruteng saja membutuhkan waktu -+7 jam dari Kota Ende. Kemudian dari Ruteng anda harus menempuh waktu 3 jam perjalanan melalui jalur pegunungan yang akan membawa anda ke Desa Narang, kemudian Desa Todo-Desa Dintor-Desa Kombo, yang berakhir di Desa Denge.


3. Jalur Selatan (Labuan Bajo – Lembor – Nangalili – Borik – Dintor – Kombo – Denge)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Suasana di dalam Rumah Adat Waerebo

Yang ketiga, adalah jalur Pantai Selatan yang sampai saat ini hanya bisa ditempuh hanya menggunakan Sepeda Motor. Kabar burungnya sih tahun 2017 akan mulai diaspal.

Jalur ini memiliki view yang tak kalah menarik dengan dua jalur lainnya. Berdasarkan pengalaman saya ketika mengambil jalur selatan, hanya membutuhkan waktu 3,5 jam dari Labuan Bajo menuju Desa Denge. Banyak waktu yang dihemat bukan?


Namun, dibalik kemudahan tentunya ada tantangan yang harus dilewati. Apabila kamu ingin mencoba untuk mengambil jalur ini, saya sarankan untuk menyewa motor bebek atau motor yang lebih besar. Karena kamu akan melintasi 3 sungai yang belum memiliki jembatan penyeberangan, jadi sebaiknya hindari kejadian mesin motor kemasukan air seperti yang pernah saya rasakan. 🙂

Dari Labuan Bajo, ikuti saja jalur utama sampai Kecamatan Lembor.

Bukan hanya itu, setelah tantangan sungai kamu akan menghadapi tantangan jalan berbatu sepanjang kurang lebih 4 km. kamu akan ditemani oleh pemandangan Taman Nasional Laut Sawu dan Pulau Mules dari kejauhan.

Setelah melalui 2 tantangan itu terlewati, kamu akan memasuki Desa Borik, perjalananmu kini sudah sangat mudah karena jalanan sudah kembali beraspal, kemudian kamu akan memasuki Desa Dintor dan akan menjumpai Pertigaan di mana dari arah yang berlawanan adalah jalur masuk apabila menempuh perjalanan dari Desa Narang. Ihiy! Kurang dari setengah jam maka kamu akan sampai di Desa Denge.

desa Waerebo
Jembatan Rusak sepanjang Perjalanan

Apabila kamu ingin bergabung dengan open trip waerebo, kamu bisa join open trip reguler kami yang berangkat setiap senin-selasa. Untuk detailnya kamu bisa cek di sini.