Apa itu Komodo Trip?

Komodo Trip adalah agen resmi dari Indahnesia Tour Organizer yang khusus menyediakan paket wisata di area Taman Nasional Komodo. Baik itu Sailing trip, Diving, Snorkeling, dan juga treking. Baru-baru ini kami membuka kantor di Labuan Bajo yang beralamatkan di Jl. WS. Papu, Lorong agen pelni Varanus, Kampung ujung Labuan Bajo. Lihat lebih detail pada map di bawah ini.


open trip komodo, komodo trip, trip komodo, komodo tur, tur komodo, sharing tour komodo, gili lawa, pulau padar, taka makassar, pink beach, loh liang, taman nasional komodo, gili lawa darat, manta point, pulau kanawa, pulau kelor, labuan bajo, open trip, sailing komodo, komodo liveaboard, sailing komodo liveaboard,
Komodo Trip Logo

Selain wisata laut, Komodo Trip juga menyediakan paket wisata overland flores ke Desa Waerebo, Kampung Bena, sampai Danau Kelimutu. Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang memiliki destinasi wisata yang cukup lengkap, ditambah dengan panorama khas timur yang indah, aneka ragam biota laut yang memanjakan mata, berbagai macam sabana yang luas, dan pastinya hewan komodo yang hanya ada di sini dan diakui oleh dunia sebagai warisan dunia. Tak heran bila provinsi ini kini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

open trip komodo, komodo trip, trip komodo, komodo tur, tur komodo, sharing tour komodo, gili lawa, pulau padar, taka makassar, pink beach, loh liang, taman nasional komodo, gili lawa darat, manta point, pulau kanawa, pulau kelor, labuan bajo, open trip, sailing komodo, komodo liveaboard, sailing komodo liveaboard,
Pulau Kanawa

Berikut ini adalah list paket wisata yang bisa kami sediakan sebagai referensi teman-teman apabila ingin berkunjung ke Nusa Tenggara Timur.

Sailing Trip:

  1. Sailing Trip Komodo 3 Hari 2 Malam Backpacker
  2. Sailing Trip Komodo 3 Hari 2 Malam Premium
  3. Sailing Trip Komodo 2 Hari 1 Malam Backpacker
  4. Sailing Trip Komodo 2 Hari 1 Malam Premium
  5. Sailing Trip Komodo 1 Day Backpacker
  6. Sailing Trip Komodo 1 Day VIP
open trip komodo, komodo trip, trip komodo, komodo tur, tur komodo, sharing tour komodo, gili lawa, pulau padar, taka makassar, pink beach, loh liang, taman nasional komodo, gili lawa darat, manta point, pulau kanawa, pulau kelor, labuan bajo, open trip
Hijabers Beraksi di Pulau Padar

Overland Trip:

  1. Waerebo Trip 2 Hari 1 Malam
  2. Waerebo Trip 3 Hari 2 Malam
  3. Overland Flores 6 Hari 5 Malam
  4. Overland Flores 4 Hari 3 Malam

Komodo trip juga bisa membantu teman-teman apabila ingin mendapatkan informasi mengenai penyewaan mobil/motor, charter boat wisata, dan juga info berbagai penginapan dari yang low budget sampai hotel bintang 5. Teman-teman juga bisa berkonsultasi mengenai jadwal liburan, destinasi yang akan dituju dan akomodasi yang ingin digunakan.

open trip komodo, komodo trip, trip komodo, komodo tur, tur komodo, sharing tour komodo, gili lawa, pulau padar, taka makassar, pink beach, loh liang, taman nasional komodo, gili lawa darat, manta point, pulau kanawa, pulau kelor, labuan bajo, open trip, sailing komodo, komodo liveaboard, sailing komodo liveaboard,
KM INDAHNESIA

Jangan ragu untuk menghubungi kami di:

  • Mbak Indah
  • +62 822 7827 8414 (Whatsapp, Call, SMS)
  • Mbak Nesia
  • +62 812 3709 6362 (Whatsapp, Call, SMS)
  • Official Account
  • Email: admin@indahnesia.net
  • Telegram: @indahnesiaID
  • WeChat: @indahnesiaID
  • LINE@: @indahnesia

Desa Waerebo Bisa Dicapai Lewat Jalur Selatan Lho!

Desa Waerebo kini keberadaannya mulai banyak diketahui oleh para wisatawan. Desa ini juga menjadi salah satu tujuan wisata bagi para turis yang berkunjung ke Bumi Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Flores. Turis lokal maupun mancanegara, berbondong-bondong datang hanya untuk merasakan kemewahan berada di Desa di atas awan ini. Berdasarkan data tahun 2015, total wisatawan yang masuk ke Waerebo berjumlah 3000 orang. 

Banyak jalan menuju Waerebo

desa waerebo, open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Kopi Pagi di Desa Waerebo

Begitulah kira-kira kalimat yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari wisatawan yang baru pertama kali mengunjungi Pulau Flores seperti “Jalur ke sana sudah bagus atau belom?”, atau “susah gak sih menuju ke Waerebo, aku takut nyasar.” Beberapa juga bahkan takjub ketika mengetahu kalau ternyata Labuan Bajo adalah kota yang sudah berkembang. “Saya pikir di sini masih hutan”. atau “eh, ternyata di sini ada ATM juga ya.” Saya sih cuma bisa nyengir-nyengir aja.

Yak, menurut pengetahuan sotoy saya, paling sedikit ada 3 jalur darat yang bisa ditempuh untuk menuju ke Desa Denge, Desa Terakhir sebelum melakukan pendakian ke Desa Waerebo.

Apa saja? ini dia.


1. Jalur Trans Flores (Labuan Bajo – Lembor – Pela – Todo – Narang – Dintor – Kombo – Denge – Desa Waerebo)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Desa Waerebo

Yang pertama adalah jalur trans Flores. Jalur ini paling sering ditempuh oleh wisatawan yang memulai keberangkatannya dari Kota Labuan Bajo. Jalur ini memakan waktu tempuh 6-7 jam apabila menggunakan mobil, dan 5-6 jam apabila menggunakan sepeda motor.

Kendaraan untuk menuju ke sini pun banyak tersedia. Jangan takut, sesampainya di bandara sudah banyak mobil yang menanti anda dan menawarkan jasanya untuk mengantar anda ke manapun anda mau. Kalau ingin naik ojek juga bisa, biasanya mereka memarkir motornya di luar. Untuk masalah harga, itu tergantung dari kemampuan kamu menawar ya! Apabila sudah deal harga, jangan lupa untuk isi tenaga!

Perjalanan di mulai, sebaiknya siapkan mata dan kamera kamu karena Jalur Trans Flores terkenal dengan Panoramanya yang sangat indah. Naik gunung, turun gunung, jalanan yang berkelok-kelok menjadi warna yang akan selalu menemanimu sepanjang perjalanan.


2. Jalur Trans Flores (Ende – Bajawa – Ruteng – Narang – Dintor – Kombo – Denge)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae reboYang Kedua juga adalah jalur Trans Flores juga, hanya saja apabila anda memulai keberangkatan dari Kota Ende. Jarak tempuhnya lebih lama karena untuk mencapai Ruteng saja membutuhkan waktu -+7 jam dari Kota Ende. Kemudian dari Ruteng anda harus menempuh waktu 3 jam perjalanan melalui jalur pegunungan yang akan membawa anda ke Desa Narang, kemudian Desa Todo-Desa Dintor-Desa Kombo, yang berakhir di Desa Denge.


3. Jalur Selatan (Labuan Bajo – Lembor – Nangalili – Borik – Dintor – Kombo – Denge)

open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Suasana di dalam Rumah Adat Waerebo

Yang ketiga, adalah jalur Pantai Selatan yang sampai saat ini hanya bisa ditempuh hanya menggunakan Sepeda Motor. Kabar burungnya sih tahun 2017 akan mulai diaspal.

Jalur ini memiliki view yang tak kalah menarik dengan dua jalur lainnya. Berdasarkan pengalaman saya ketika mengambil jalur selatan, hanya membutuhkan waktu 3,5 jam dari Labuan Bajo menuju Desa Denge. Banyak waktu yang dihemat bukan?


Namun, dibalik kemudahan tentunya ada tantangan yang harus dilewati. Apabila kamu ingin mencoba untuk mengambil jalur ini, saya sarankan untuk menyewa motor bebek atau motor yang lebih besar. Karena kamu akan melintasi 3 sungai yang belum memiliki jembatan penyeberangan, jadi sebaiknya hindari kejadian mesin motor kemasukan air seperti yang pernah saya rasakan. 🙂

Dari Labuan Bajo, ikuti saja jalur utama sampai Kecamatan Lembor.

Bukan hanya itu, setelah tantangan sungai kamu akan menghadapi tantangan jalan berbatu sepanjang kurang lebih 4 km. kamu akan ditemani oleh pemandangan Taman Nasional Laut Sawu dan Pulau Mules dari kejauhan.

Setelah melalui 2 tantangan itu terlewati, kamu akan memasuki Desa Borik, perjalananmu kini sudah sangat mudah karena jalanan sudah kembali beraspal, kemudian kamu akan memasuki Desa Dintor dan akan menjumpai Pertigaan di mana dari arah yang berlawanan adalah jalur masuk apabila menempuh perjalanan dari Desa Narang. Ihiy! Kurang dari setengah jam maka kamu akan sampai di Desa Denge.

desa Waerebo
Jembatan Rusak sepanjang Perjalanan

Apabila kamu ingin bergabung dengan open trip waerebo, kamu bisa join open trip reguler kami yang berangkat setiap senin-selasa. Untuk detailnya kamu bisa cek di sini.


Desa Wae Rebo

Apa itu Desa Wae Rebo? Desa waerebo merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dengan waktu tempuh sekitar 7 jam dari Labuan Bajo dengan menggunakan mobil. Perjalanan menuju ke Desa ini sangat menyenangkan. Meski harus melewati banyak jalan yang rusak dan berlubang namun akan terobati oleh lanskap tanah flores yang khas serta ramah senyum penduduk setempat.

desa wae rebo, open trip waerebo, waerebo trip, trip waerebo, desa waerebo, waerebo village, manggarai barat, flores trip, waerebo tour, sharing tour waerebo, waerebo, wae rebo, wae rebo trip, open trip wae rebo
Desa Wae rebo

Rumah adat di Desa ini adalah Mbaru Niang. Rumah berbentuk kerucut melingkar dengan arsitektur sangat unik yang mendapatkan penghargaan UNESCO Asia-Pacific Awards di Bangkok 27 Agustus 2012. Desa ini menawarkan kesempatan unik kepada setiap pengunjung untuk melihat keaslian budaya dan aktifitas sehari-hari suku Manggarai yang masih dijaga hingga sekarang.

Desa Wae Rebo kini sudah difasilitasi untuk meningkatkan daya tarik wisata. Bersama tim arsitek dari Jakarta dan pemerintah Indonesia, empat Mbaru niang telah berhasil direnovasi. Empat bangunan berbentuk kerucut yang kondisinya sudah rusak dibangun kembali dengan cara yang sama seperti dahulu dibangun yakni dengan cara tradisional.

Atapnya terbuat dari ijuk, didukung oleh tiang kayu pusat, semua direkatkan menggunakan rotan dan tanpa paku sama sekali. Rumah utama mereka terletak di tengah, dan ukurannya paling besar. Struktur rumahnya melambangkan kesatuan suku, masyarakat menggunakan drum suci sebagai media untuk berkomunikasi dengan nenek moyang.

Ketika mengunjungi Desa Wae Rebo, pengunjung tidak hanya akan melihat keaslian rumah dari Suku Manggarai namun juga akan mendapatkan kesempatan untuk ikut berbaur dengan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Sebagian warga bekerja di kebun dari pagi sampai subuh, memanen, mengolah dan memproses biji kopi sampai siap untuk diseduh. Selain itu pengunjung dapat melihat proses menenun kain tradisional Desa Wae rebo.

Pengunjung yang datang ditawarkan fasilitas untuk bermalam di salah satu rumah Mbaru Niang. Mbaru Niang adalah bangunan komunal. Satu rumah berisikan delapan keluarga yang berasal dari satu nenek moyang. Berbeda dengan model rumah zaman sekarang, perapian mereka diletakkan di tengah rumah. Jadi, pengunjung akan merasakan sensasi tidur di tikar anyam yang terbuat dari daun pandan dan juga merasakan bagaimana kehidupan masyarakat Desa Wae Rebo dulu ketika satu keluarga besar masih menjalani kehidupan bersama di satu atap.


Bagaimana cara ke Desa Wae Rebo?

Sebelum ke Desa Wae Rebo, semua pengunjung harus menuju Desa Denge yakni desa terakhir sebelum Desa Wae Rebo. Ada beberapa alternatif yang bisa dipilih untuk menuju Desa Denge.

Jasa Operator Travel Wisata Ke Wae Rebo

Pengunjung yang ingin duduk nyaman saja dan tidak ingin pusing memikirkan ini itu bisa memilih berbagai operator wisata yang sudah banyak tersedia untuk mengambil Paket Wisata Wae Rebo.

Labuan Bajo – Denge (Sewa Mobil atau motor) – Waktu tempuh perjalanan -+ 7 Jam.

Dengan mobil atau motor, silakan menuju ke arah Ruteng. Namun sebelum sampai Ruteng anda bisa mengambil jalur alternatif ke kanan (pertigaan setelah plang penunjuk jalan) kemudian ikuti saja jalan itu. Anda akan melewati Desa Pela, Todo, Narang, Nanga Ramut, Dintor, Kombo (desa pemekaran dari Waerebo) dan berakhir di Desa Denge.

Ruteng – Denge (Sewa Mobil atau motor) – Waktu tempuh perjalanan -+ 3 Jam.

Mulai perjalanan menuju Golo Lusang. Anda akan melewati kawasan hutan lindung terlebih dahulu (kondisi jalan banyak yang berlubang jadi harap hati-hati) tapi pemandangannya sangat indah. Setelah itu anda akan melewati desa Pong Nggeok. Lalu menyeberangi jembatan Wae Mese. Lanjut ke desa Narang, Nanga Ramut, Dintor, Kombo (desa pemekaran dari Waerebo) dan berakhir di Desa Denge.

Ruteng – Denge (Oto/Truk Kayu) – Waktu tempuh perjalanan 3-3 setengah jam.

Pergi ke Terminal Mena. Oto kayu biasanya berangkat pada sore hari (tergantung dari kapasitas penumpang). Truk akan membawa Anda melewati desa Cancar, Pela, Todo dan Dintor sebelum anda akhirnya sampai di Desa Denge. Jika ingin kembali dari Denge ke Ruteng, anda harus bangun lebih awal karena Oto kayu berangkat dari Denge jam 05.30 pagi.

Denge – Wae Rebo (Treking) – Waktu tempuh perjalanan -+4 Jam

Sebelum menuju Desa Wae Rebo pengunjung bisa memilih apakah hendak menginap terlebih dahulu di Penginapan milik Pak Blasius Monta yang merupakan seorang putra asli Waerebo. Atau bisa juga kalau ingin langsung melakukan treking (ini biasanya dipilih oleh pengunjung yang waktunya terbatas).

Desa Wae Rebo hanya dapat dicapai dengan cara treking selama kurang lebih empat jam (tergantung  kondisi fisik Anda) dari Desa Denge. Tapi tenang saja, jalur pendakian menuju ke Desa Waerebo sudah berbentuk jalan setapak dan bukan jalur yang berbahaya. Sepanjang jalur pendakian pun seringkali kita berpapasan dengan penduduk asli Waerebo yang juga naik atau sedang turun dengan membawa karung di pundak mereka. Hingga sekarang, kopi adalah salah satu mata pencaharian mereka yang utama. Turun membawa kopi dan pulang membawa beras.

Dari Denge, treking dimulai dengan melalui jalan di antara homestay lokal dan SDK Denge. Pendakian akan melalui tiga pos. Pos 1 adalah Sungai Wae Lomba. Waktu tempuh dari homestay ke sini kurang lebih 1 jam (tergantung kondisi fisik).

Treking dilanjutkan ke Pos 2 yaitu Pocoroko. Waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Pocoroko ini terkenal sebagai satu-satunya tempat yang memiliki sinyal. Ini adalah hal penting bagi penduduk Desa Warebo (dan pengunjung tentunya) yang ingin melakukan panggilan telepon ataupun mengirim SMS.

Dari Pocoroko melanjutkan treking menuju Pos 3 Rumah Kasih ibu. Waktu tempuh sekitar 40 menit. Dari sini keindahan Desa Waerebo sudah bisa terlihat.

Sebelum memasuki kampung Wae Rebo pengunjung diwajibkan membunyikan alat tabuh yang disediakan di rumah Kasih Ibu sebagai penanda datangnya tamu kepada Warga Desa di bawah. Setelah membunyikan alat tabuh pengunjung juga diwajibkan berkunjung ke rumah Gendang (rumah utama) untuk melakukan upacara adat penghormatan kepada leluhur atau disebut Waelu’u.  Upacara Waelu’u dilakukan untuk meminta perlindungan kepada leluhur agar pengunjung yang datang diberi keselamatan selama di Wae Rebo sampai pulang ke rumah.


Dipublikasikan oleh Ruby Perkasa – Indahnesia Tourwww.indahnesia.net