Jadwal Festival Pasola Sumba 2019

Jadwal Festival Pasola, jadwal pasola 2019 2020, festival adat pasola 2018, sumba festival, festival bau nyale sumba, wisata sumba, paket wisata sumba, open trip pasola, pertunjukan pasola.


Halo teman-teman, apa kabarnya nih?

Semoga selalu dalam keadaan sehat wal’afiat ya dan selalu dalam lindungan Tuhan YME.

Dalam artikel ini, kami mau memberikan informasi terkait jadwal festival pasola untuk tahun 2019, detail tempat, dan tanggal berlangsungnya acara.

Untuk tahun 2019, festival Pasola sudah terkonfirmasi untuk kabupaten Sumba Barat maupun Sumba Barat Daya (dijalankan oleh Suku Kodi). Berikut ini adalah rinciannya.

 Pasola Homba Kalayo  Rabu, 30 Januari 2019
 Pasola Bondo Kawango  Jum’at, 1 Februari 2019
 Pasola Rara Winyo  Sabtu, 2 Februari 2019
 Pasola Maliti Bondo Ate  Kamis, 7 Maret 2019
 Pasola Waiha  Jum’at, 8 Maret 2019
 Pasola Wainyapu  Sabtu, 9 Maret 2019

Jadwal Festival Pasola 2019 Kab Sumba Barat Daya


 Pasola Lamboya  Sabtu, 2 Februari 2019
 Pasola Wanokaka  Belum terkonfirmasi

Jadwal Festival Pasola 2019 Kab Sumba Barat


Pasola itu apa sih, kok baru dengar?

Pasola merupakan permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Permainan ini sudah menjadi adat istiadat masyarakat Sumba, khususnya bagi mereka yang menganut agama Marapu.

” Wisata Sumba dan Destinasi yang Sangat Teramat Wajib Kamu Kunjungi “

Pasola diambil dari dua suku kata, yang pertama berasal dari kata “SOLA”, yang memiliki arti tombak/lembing terbuat dari kayu dan dipakai untuk melempar dari atas kuda yang sedang berlari kencang, ke arah lawan yang dituju. Lalu yang kedua berasal dari penambahan imbuhan “PA” yang memiliki arti permainan.

Jadi secara utuh Pasola berarti permainan adu ketangkasan dua atau lebih penunggang kuda yang saling melempar tombak atau lembing.


Jadwal Festival Pasola, jadwal pasola 2019 2020, festival adat pasola 2018, sumba festival, festival bau nyale sumba, wisata sumba, paket wisata sumba.
Kampung Adat Ratenggaro, salah satu Kampung di mana Jadwal Festival Pasola diselenggarakan

Asal Muasal dan Sejarah tentang Pasola – Jadwal Festival Pasola

Menurut cerita rakyat Sumba, berikut merupakan asal-usul terciptanya Pasola.

“Dahulu kala ada seorang janda cantik bernama Rabu Kaba di Kampung Waiwuang. Rabu Kaba mempunyai seorang suami yang bernama Umbu Amahu, salah satu pemimpin di kampung Waiwuang. Selain Umbu Amahu, ada dua orang pemimpin lainnya yang bernama Ngongo Tau Masusu dan Bayang Amahu.

Suatu ketika tiga orang pemimpin tersebut pergi dalam waktu yang lama dan tidak kembali pulang ke kampungnya. Warga yang merindukan ketiga pemimping ini menyangka kalau mereka telah meninggal dunia, sehingga warga pun mengadakan perkabungan.

Dalam suasana Duka, Rabu Kaba ternyata menjalin asmara dengan seorang pemuda dari Kampung Kodi yang bernama Teda Gaiparona. Mereka berdua memutuskan untuk kawin lari karena hubungan mereka tidak direstui oleh keluarga masing-masing. Teda pun membawa Rabu Kaba ke kampung halamannya di Kodi.

Di saat yang tidak disangka-sangka, ketiga pemimpin yang telah dianggap mati oleh warga ternyata kembali. Umbu Amahu, setelah mendapat cerita dari warga kalau istrinya dibawa lari oleh orang lain pun langsung pergi untuk mencari istrinya, dan akhirnya menemukan mereka.

Namun ternyata Rabu Kaba sudah terlanjur cinta dengan Teda Gaiparona, dan menolak permintaan kembali dari Umbu Amahu. Sebagai gantinya, Umbu Amahu meminta kepada Teda Gaiparona untuk membayar belis kepadanya berupa kudam sapi, kerbau dan barang-barang berharga.

Teda Gaiparona menyanggupi permintaan ini. Setelah itu, diapun melangsungkan upacara perkawinannya dengan Rabu Kaba secara resmi. Pada akhir pesta pernikahan, keluarga Umbu Dulla berpesan kepada warga Waiwuang agar mengadakan pesta adat nyale dalam wujud pasola untuk melupakan kesedihan mereka karena telah kehilangan janda cantik, Rabu Kaba.”


Biar Kamu Enggak Salah Informasi, Lanjut bacanya yuk!

“Secara garis besar, Pasola hanya ada di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya (SBD). Di Sumba Barat, hanya ada 3 suku yang menjalankan adat ini yaitu Suku Lamboya, Wanokaka dan Suku Gaura. Sementara di Sumba Barat Daya (SBD), Pasola hanya dijalankan oleh suku Kodi.”

Jadwal Festival Pasola sendiri dilakukan secara tahunan dan secara bergiliran dari desa satu ke desa yang lainnya. Dan juga Pasola hanya dilaksanakan pada tanggal tertentu antara Bulan Februari sampai dengan maret.

Pasola biasanya diselenggarakan  di sebuah lapangan luas. Selain bisa disaksikan oleh warga dari kedua kelompok yang bertanding, Pasola juga bisa disaksikan oleh masyarakat umum, dan wisatawan asing maupun lokal.

Setiap kelompok terdiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1,5 cm.Walaupun berujung tumpul, permainan ini dapat memakan korban jiwa. Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

Festival Adat Pasola diawali dengan pelaksanaan adat nyale. Seperti Adat nyale yang berasal dari Lombok, Nyale di Sumba juga merupakan adalah salah satu upacara rasa syukur warga Sumba atas anugerah yang didapatkan, yang ditandai dengan datangnya musim panen dan cacing laut yang melimpah di pinggir pantai.

Adat Nyale dilaksanakan pada waktu bulan purnama dan cacing-cacing laut (dalam bahasa setempat disebut nyale) keluar di tepi pantai. Begini merupakan 4 rangkaian prosesi Adat Nyale di Sumba:

  • Pertama: Para Rato (pemuka suku) akan memulai dengan memprediksi kapan nyale akan keluar pada pagi hari, setelah hari mulai terang.
  • Kedua: Setelah nyale pertama didapat oleh Rato, nyale akan dibawa ke majelis dan didiskusikan dengan para Rato untuk dibuktikan kebenarannya dan diteliti bentuk serta warnanya.
  • Ketiga: Bila nyale tersebut gemuk, sehat dan berwarna-warni, itu adalah pertanda bahwa tahun tersebut masyarakat desa akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Sebaliknya, bila nyale kurus dan rapuh, maka Para Rato percaya bahwa itu adalah pertanda malapetaka.
  • Keempat: Setelah prosesi yang dilakukan oleh Para Rato, maka penangkapan nyale baru boleh dilakukan oleh masyarakat.

Adat Nyale merupakan prosesi yang pertama dan paling sakral. Tanpa mendapatkan nyale, Festival adat Pasola tidak dapat dilaksanakan dan setempat percaya kalau malapetaka akan datang di tahun tersebut.

Jadwal Festival Pasola, jadwal pasola 2019 2020, festival adat pasola 2018, sumba festival, festival bau nyale sumba, wisata sumba, paket wisata sumba, open trip pasola, pertunjukan pasola.
Jadwal Festival Pasola 2019

Baca Artikel lain di sini:

” Sewa Kapal di Labuan Bajo itu Gampang Banget Ternyata! “

” List Kapal yang bisa kamu sewa untuk berkeliling mengunjungi Taman Nasional Komodo:  Yang Putih KEREN BANGET!”