Suasana Nyepi Di Bali? Ini Fakta Uniknya

Suasana Nyepi di Bali mungkin akan terlihat hening, sepi, dan tidak bisa beraktivitas. Lalu bagaimana jika kebetulan kamu berada di Bali untuk berlibur bertepatan dengan hari raya ini?

Ternyata suasana Nyepi bisa memberikan pengalaman seru loh. Walaupun dalam satu hari itu kamu tidak bisa berada di luar ruangan, menyalakan cahaya apalagi membuat kegaduhan. Namun suasana Nyepi di Bali ini bisa memberikan pengalaman dan pandangan baru dalam kehidupan kamu.

Mau tau apa saja hal yang menarik pada saat Nyepi berlangsung?

Parade Sebelum Nyepi

Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Buta Yadnya. Upacara ini dilakukan mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan, dan seterusnya. Upacara ini ditujukan kepada Sang Buta Raja, Buta Kala, dan dan Batara Kala dan sebagai pemrohonan agar mereka tidak mengganggu umat.

Ada juga Upacara Melasti, dilakukan 2-3 hari sebelum hari Raya Nyepi. Dalam upacara ini, masyarakat Bali akan pergi menuju sumber air seperti danau atua laut secara berkelompok dengan membawa perangkat peribadahan seperti Pratima atau symbol dewa dan juga sesaji.

Ogoh-ogoh

Tepat sehari sebelum hari Raya Nyepi terdapat pawai Ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh ini merupakan patung raksasa symbol dari Bhuta Kala yang juga digambarkan sebagai wujud kejahatan dan menyeramkan. Ogoh-ogoh ini akan dibuat jauh hari sebelum Nyepi.

Di akhir parade, ogoh-ogoh ada yang dibakar oleh masyarakat sebagai cara mengusir roh jahat agar tidak mengganggu persiapan perayaan Nyepi keesokan harinya.

Sehari setelah Nyepi, masyarakat Bali pun akan melakukan upacara Ngembak Geni. Mereka akan bersembahyang di pura dan setelahnya orang-orang akan saling meminta maaf dan memaafkan atau disebut juga Dharma Shanti.

Lalu apa yang akan terjadi pada hari Nyepi ?

Nyepi sendiri merupakan salah satu hari raya Hindu. Saat hari Nyepi, semua umat Hindu ayang merayakan harus mematuhi 4 brata penyepian yaitu amati geni ( tiada berapi-api/ tidak menggunakan atau menghidupkan api), amati karya ( tidak bekerja), amati gelungan ( tidak bepergian), dan amati lelanguan ( tidak mendengarkan hiburan). Dalam artian pada hari Nyepi, semua orang di Bali akan berada di rumah dan kamu tidak bisa menemukan orang berkeliaran di jalan kecuali Pecalang atau petugas keamanan desa.

Pada hari Nyepi pun kamu tidak akan melihat cahaya menyala di rumah-rumah, begitupun hiburan termasuk suara televisi. Toko semua tutup, termasuk bandara, tidak ada penerbangan sama sekali. Namun polisi dan petugas kesehatan masih tetap buka untuk berjaga-jaga.

Lalu bagiamana dengan turis yang sedang berada di Bali pada hari Nyepi? Tentu saja para turis masih bisa menyalakan lampu asal cahayanya tidak sampai terlihat keluar. Listrik masih menyala sehingga bisa mengisi daya baterai produk elektronik.

Para turis juga masih bisa melakukan kegiatan di dalam akomodasi mereka. Seperti berenang di kolam hotel atau villa, spa, dan kegiatan lainnya asalkan masih berada di dalam penginapan.

Bagaimana dengan makanan? Turis bisa memesan makanan sehari sebelum Nyepi pada pihak manajemen penginapan. Para turis juga bisa membeli makanan dan apapun yang dibutuhkan sehari sebelum hari H.

Hari Nyepi selain tandanya kamu akan melihat keheningan di kota Bali. Kamu juga akan menikmati segarnya udara tanpa polusi. Faktanya Hari Nyepi ini bisa meredyuksi emisi dari gas karbon dioksisa sebanyak 20.000 ton loh dalam sehari. Dalam sehari Nyepi pun di Bali bisa menghemat listrik sebanyak 60% dan bahan bakar senilai Rp 3 miliar.

Belibur di Bali bertepatan dengan hari Raya Nyepi artinya kamu akan menikmati keheningan. Bagi kamu yang tetap ingin berlibur menikmati udara di pantai dan pegunungan pada hari Nyepi, maka kamu bisa berlibur sehari ke Labuan Bajo, Destinasi Wisata Di Indonesia yang Mendunia.

Kamu hanya perlu menempuh perjalanan satu jam setengah menggunakan pesawat dari Bali ke Labuan Bajo. Dan banyak hal yang bisa kamu lakukan di destinasi yang sebentar lagi akan dijadikan wisata premium ini.

Selain dikenal dengan Pulau Komodo, di Labuan Bajo juga terkenal dengan Pink Beachnya, Pulau Padar yang menampilkan keindahan alam Labuan Bajo dari atas bukitnya, hingga Wae Rebo atau desa di atas awan yang eksotis.

Kuliner di Labuan Bajo juga dijamin akan memanjakan lidah kamu. Apalagi makanan laut di Labuan Bajo benar-benar fresh karena Labuan Bajo memang sebuah kota pelabuhan. Kafe dan bar pun sudah bisa kamu temukan di Labuan Bajo ini.

Jika kamu membutuhkan perlengkapan travelling selama berada di Labuan Bajo, seperti kamera, alat snorkeling, floates, atau kendaraan roda dua ataupun roda empat. Maka kamu bisa langsung menghubungi BajoRental.

Satu hal yang paling penting untuk segera mengunjungi Labuan Bajo adalah akan ditetapkannya surge dari Indonesia Timur ini sebagai wisata premium oleh pemerintah. Artinya wisatawan yang akan berlibur ke Labuan Bajo diharuskan membayar mahal, salah satunya untuk tiket masuk ke Pulau Komodo yang rencananya akan dipatok Rp 14juta!

Masih ingin menikmati suasana Nyepi di Bali namun penasaran dengan tempat indah lainnya di sekitar Bali, maka Labuan Bajo bisa jadi pilihannya. Selain dekat dan mudah dicapainya, Labuan Bajo akan memberikan pemandangan indah yang berbeda dari Bali.

About Author

client-photo-1
indahnesia

Comments

Leave a Reply