New Normal Di Labuan Bajo, Kapan Destinasi Ini Dibuka?

New normal, kata ini sekarang ini semakin sering didengar. Setelah dunia digemparkan dengan kehadiran virus Covid-19, banyak hal yang berubah. Mulai dari ditutupnya negara-negara bahkan kota dari kunjungan orang dari luar daerahnya, ditutupnya sekolah sehingga para murid belajar di rumah, diberlakukannya “work from home” hingga banyaknya bisnis yang tutup, termasuk destinasi wisata.

Kini setelah memasuki setengah tahun dengan wabah Covid-19 yang masih headline berita di mana-mana, kata-kata “new normal” mulai muncul. Kehidupan normal yang baru ini harus dijalani bukan hanya oleh warga negara Indonesia tetapi juga di dunia.

Kehidupan normal baru setelah munculnya wabah Covid-19 ini mengharuskan setiap orang untuk tetap waspada akan penularan. Mulai dari menjaga kebersihan dan juga jarak.

Dan seiring dengan munculnya “new normal” ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dalam rapat cabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Kamis (28/5) menyebutkan, Labuan Bajo akan menjadi “pilot project” pemulihan sector pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam artian, aktivitas pariwisata akan dilaksanakan dengan menerapkan protocol kesehatan sebagai standar “new normal”.  Menurut Direktur Utama BOPLBF (Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores), Shana Fatina, tatanan normal baru sector pariwisata ini akan berjalan beriringan dengan program bersih, sehat, dan aman dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Program ini diharapakan bisa berjalan efektif pada pertengahan Agustus dan akan menjalani uji coba selama dua bulan.

Pendaftaran Online Bagi Wisatawan yang Berkunjung Ke Labuan Bajo

BOPLBF akan memulai masa “new normal” ini dengan mulai mengaktifkan system registrasi online bagi wisatawan yang masuk ke Labuan Bajo. Baik dari wisata bahari maupun darat. Uji coba pendaftaran online ini rencananya akan mulai dilakukan pada 9 Juni 2020.

System pendaftaran online ini menurut Shana Fatina, menjadi salah satu cara agar bisa mengatur jumlah pengunjung dan menata pola perjalanan wisatawan untuk menghindari kerumunan. System pendaftaran online ini juga akan sekaligus mengatur jadwal dan kuota pengunjung ke Labuan Bajo. Selain itu, system ini pun sekaligus cara mengumpulkan data identitas wisatawan yang datang serta mampu melacak riwayat perjalanannya.

Hal ini tentunya sangat penting di masa sekarang untuk mendata dan mencegah jika sesuatu terjadi. System ini pun diharapakan bisa memperkuat penerapan tatanan normal baru di sector pariwisata. Dan khusus bagi pariwisata di Flores dan Nusa Tenggara Timur, diharapkan system ini bisa menjadi rumah bagi keseluruhan pelaku wisata di sini.

Wisatawan yang nantinya berkunjung ke Labuan Bajo ini akan diharuskan menggunakan masker setiap waktu. Selain itu penyediaan sanistasi dan pengecekan suhu tubuh di setiap tempat, pemberlakuan pembatasan social atau fisik, serta penerapan layanan intensif terkain kesehatan, kebersihan dan kamanan akan terus dilakukan.

Selain membangun system registrasi online bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo. BOPLBF bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan asosiasi hotel, restoran, agen perjalanan, dan para pelaku periwisata untuk menyiapkan dibukanya kembali pariwisata Labuan Bajo pada 15 Juni mendatang.

Join Open Trip Komodo 3D2N Edisi Premium Di Sini

Bagaimana menurut kamu dengan adanya “new normal” ini dan diberlakukannya pendaftaran online bagi semua wisatawan yang hendak berkunjung ke Labuan Bajo? sharing di kolom komentar yuk dan kamu juga bisa menuliskan unek-unek serta harapan khususnya di dunia pariwisata ini.

Semoga kita bisa bertahan di masa pandemic ini, kembali hidup normal, berkumpul bersama keluarga, orang tersayang, dan tentu saja menikmati keindahan alam Indonesia kembali!

 

About Author

client-photo-1
indahnesia

Comments

Leave a Reply