Sejarah Pulau Komodo hingga bagaimana pulau yang berada di Nusa Tenggara Timur ini terkenal hingga di dunia. Pasti masih banyak yang belum mengetahui bagaimana Pulau Komodo ini ditemukan sampai bisa terkenal dan masuk ke dalam tujuh keajabian dunia.

Ok, sebelum kamu menginjakkan kaki ke Pulau Komodo dan berfoto dengan dinosaurus terakhir di dunia ini, ada baiknya mengetahui sejarah pulau ini.

Keberadaan Komodo di Pulau Komodo ditemukan sekitar 1911 oleh seorang warga negara Belanda. Saat itu dia tidak sengaja melakukan perburuan di pulau ini kemudian bertemu dengan Komodo dan mendokumentasikannya dalam bentuk foto.

Hasil foto tersebut kemudian dipublikasikan di museum zoologi Bogor. Pada tahun 1912 dokumentasi itu pun dipublikasikan secara luas hingga ke luar negeri. Tidak lama, berita tentang keberadaan kadal raksasa ini pun tersebar hingga ke pelosok dunia.

Sejak merebaknya kabar ini, mengundang banyak ilmuwan dari seluurh dunia untuk melakukan penelitian terhadap Komodo. Berikut ini sejarah perkembangan Pulau Komodo dari tahun ketahunnya:

  • 1911 pertama kalinya ditemukan Komodo oleh J.K.H Van Styen
  • 1912 pemberian nama ilmiah Varanus Komodoensis oleh P.A Owens
  • 1912 SK. Sultan Bima memberikan perlindungan pada Komodo
  • 1926 SK. Pemda Manggarai memberikan perlindungan pada Komodo
  • 1930 SK Residen Flores perlindungan Komodo
  • 1931 Komodo tercantum dalam daftar satwa yang mutlak dilindungi dalam UU Perlindungan binatang liar
  • 1938 Pembentukan Suaka Marga Satwa P. Rinca dan P.Padar
  • 1965 Pembentukan Suaka Marga Satwa Pulau Komodo
  • 1980 Pembentukan Taman Nasional Komodo
  • 1991 Penunjukan sebagai Warisan alam dunia oleh UNESCO
  • 1992 Komodo sebagai satwa nasional kepres No.4 Tahun 1992
  • 2013 Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 7 keajaiban alam dunia

Daftar Paket One Day Trip Labuan Bajo 2020

Legenda dan Cerita Rakyat Tentang Komodo

Indonesia tidak lepas dari legenda dan cerita rakyat. Begitupun dengan Pulau Komodo loh! Setelah kamu mengetahui sejarah dan rekam jejak bagaimana Komodo ditemukan hingga sekarang dilindungi. Berikut ini cerita rakyat mengenai Komodo.

Diceritakan pada jaman dahulu hidup seorang putri yang diberi nama Putri Naga. Sang putri kemudian menikah dengan seorang pemuda dari seberang yang bernama Moja.

Tidak lama kemudian sang putri hamil dan melahirkan anak kembar berjenis kelamin lelaki. Namun kedua anak kembar tersebut memiliki bentuk berbeda. Satu berbentuk manusia dan satunya berbentuk kadal. Hal ini membuat putri Naga dan Moja malu.

Anak yang berbentuk kadal tersebut diberi nama “Orah” dan diasingkan di sebuah hutan di pulau yan berbeda. Sedangkan bayi manusia yang diasuh diberi nama “Gerong”.

Tahun berlalu, Gerong tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah. Suatu hari, Gerong berburu di sebuah hutan dan bertemu dengan sebuah kadal raksasa.

Gerong kemudian mengejar kadal raksaksa tersebut dan hendak membunuhnya dengan tombak. Namun tiba-tiba Putri Naga muncul dan mencegah Gerong membunuh kadal raksasa tersebut.

Putri Naga memberitahu Gerong jika kadal raksasa tersebut adalah Komodo yang merupakan saudara kembar Gerong. Selepas kejadian itu, masyarakat sekitar pun memperlakukan Komodo dengan baik.

Terlepas dari cerita rakyatnya, Komodo memang unik. Bentuknya yang menyerupai kadal berukuran besar ini hanya bisa ditemukan di Pulau Komodo. Selain keunikan Komodo, alam sekitar pulau Komodo pun sangat indah. Jadi tidak ada salahnya untuk memasukkan Pulau Komodo ke dalam daftar tempat yang harus kamu kunjungi.

Semoga sejarah pulau Komodo ini bisa menambah wawasan kamu dan semakin bangga dengan Indonesia yang kaya akan budaya juga tempat-tempat yang sangat indah.

Daftar Open Trip Komodo Di Sini

Makanan di Labuan Bajo? pastinya kamu harus menyiapkan diri buat menikmati makanan lautnya yang segar.

Labuan Bajo, kota pelabuhan yang juga menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo ini pastinya dikenal dengan makanan lautnya. Bahkan banyak yang mengatakan jika makanan laut atau ikan-ikan di Labuan Bajo itu hanya mati sekali. Artinya, makanan laut di Labuan Bajo diambil langsung dari laut kemudian langsung dimasak. Berbeda dengan di kota besar di mana makanan laut yang sudah ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam pendingin agar bisa bertahan hingga berhari-hari.

Jadi tentunya salah satu makanan yang wajib kamu coba saat mengunjungi kota pelabuhan ini adalah makanan lautnya! Selain dikenal dengan makanan lautnya yang fresh, ada juga beberapa makanan khas Labuan Bajo yang harus kamu cicipi!

Se’i

Ok, siapa sih yang tidak mengenal masakan satu ini. Tidak hanya terkenal di Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur, namun makanan ini sudah merambah hingga ke Pulau Jawa.

Se’I sendiri merpakan daging yang dimasak dengan asap dan panas menggunakan kayu bakar. Saat proses pengasapan, daging ini ditutup menggunakan daun kosambi sehingga aromanya semakin menyerap.

Uniknya pengasapan ini dilakukan selama 9 jam loh! Jadi dibutuhkan kesabaran untuk mencicipi daging asap khas Nusa Tenggara Timur ini.

Rumpu Rampe

Tumisan yang menggunakan beragam bahan utama seperti daun papaya, buah papaya muda, jantung pisang, dan daun ubi. Kemudian diberikan bumbu seperti udang rebon sangria, tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa.

Rumpu Rampe menjadi makanan khas yang akan banyak kamu temukan di Pulau Flores. Selain kaya akan vitamin, tentunya sayuran ini baik untuk penceraan kamu.

Tapa Kolo

Hidangan tradisional ini sudah dibuat secara turun-temurun. Biasanya Tapa Kolo ditemukan saat ada upacara adat saja.

Tapa Kolo sendiri terbuat dari beras merah atau masyarakat local menyebutnya “Dea Laka”.

Jagung Bose

Satu lagi nih makanan khas Labuan Bajo yang bisa kamu cicipi, jagung bose! Menggunakan bahan utama jagung yang dipadukan dengan kacang-kacangan seperti kacang tanah dan kacang merah. Bahan-bahan tersebut direbus dengan ditambahkan santan kelapa serta bumbu penyedap.

Jagung Bose tampilannya mirip seperti bubur dan rasanya perpaduan antara manisnya jagung dengan gurihnya santan dan kacang-kacangan. Kamu bisa mencobanya untuk menu sarapan saat berada di Labuan Bajo nanti.

Jagung Catemak

Makanan satu ini sudah identik sebagai makanan khas Nusa Tenggara Timur. Menggunakan jagung sebagai bahan utama kemudian ditambahkan dengan labu lilin dan kacang hijau.

Berbeda dengan Jagung Bose, Jagung Catemak memiliki rasa cenderung asin dan biasanya masakan ini disajikan dengan nasi putih hangat.

Semua makanan di Labuan Bajo ini tentunya harus kamu coba saat menginjakkan kaki di kota pelabuhan ini. Kenikmatan makanan khas ini juga tentunya menjadi salah satu alasan mengapa kamu harus mengunjungi surga dari Indonesia Timur ini.

Daftar Trip Ke Labuan Bajo Di Sini