Paket tour Waerebo, sebuah desa tradisional di Nusa Tenggara Timur yang dikenal juga dengan sebutan desa di atas awan.

Waerebo tepatnya berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pada 2012, Waerebo mendapatkan penghargaa Warisan Budaya Asia-Pasifik UNESCO. Penghargaan ini juga sekaligus sebagai bentuk pengakuan atas upaya masyarakat setempat dalam memulihkan dan melestarikan struktur serta bangunan rumah Mbaru Niang nan unik.

Terletak di sebuah dusun terpencil dengan ketinggian 1.117 MDPL sehingga tidak heran disebut sebagai desa di atas awan. Tidak hanya menyajikan keindahan alam dari ketinggian bahkan melewati awan, di Waerebo pun suhu di pagi harinya bisa mencapai 15 derajat celcius.

Bagaimana Cara Mencapai Waerebo?

Untuk mencpai Desa Waerebo kamu harus menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer dari Desa Dintor ke Desa Denge dengan menggunakan kendaraan. Kemudian sekitar 3-4 jam dari Denge menuju Waerebo kamu harus mendaki sekitar 9 kilometer.

Mendaki sekitar 9 kilometer mungkin terdengar melelahkan bahkan sebelum kamu melakukannya. Tapi pendakian dan rasa lelah ini akan terbayarkan setibanya kamu di Waerebo. Hijaunya rerumputan dan pemandangan dari desa Waerebo ditambah lagi dengan keunikan rumah tradisional Manggarai bernama Mbaru Niang.

Perpaduan keindahan alam, budaya, hingga keramahan penduduknya menjadi bukti jika Indonesia memang masih indah bahkan tidak kalah indah dengan negara lain.

Membutuhkan Perlengkapan Liburan Selama Di Labuan Bajo? Klik Di Sini

Makna Bangunan Mbaru Niang

Tidak lengkap sepertinya setiba di Waerebo namun kamu tidak mengetahui makna dibalik bentuk rumah tradisionalnya. Mbaru Niang yang sudah ditempati warga Wae Rebo sejak sebelum abad ke-18 ini memiliki bentuk kerucut dan meruncing ke atas. Bentuk ini menjadi symbol dari perlindungan dan persatuan antar masyarakat Wae Rebo. Sedangkan lantainya yang melingkar memiliki symbol sebuah harmonisasi dan keadlinan antarwarga dan keluarga di dalam Mbaru Niang.

Mbaru Niang yang berjumlah 7 ini juga memiliki arti menghormati tujuh arah gunung yang dipercaya melindungi desa Wae Rebo. Semua Mbaru Niang dibangun di tanah datar dan mengelilingi altar ( Compang). Compang ini sebagai titik pusat ketujuh rumah dan dipercaya sebagai bangunan sacral karena memiliki fungsi memuji dan menyembah Tuhan serta roh para nenek moyang.

Adapun ketujuh nama Mbaru Niang yaitu Niang Genandorom, Niang Genajekong, Niang Mandok, Niang Genamaro, Niang Gena Jintam, Niang Gena Pirung, dan Niang Gendang. Dan ketika kamu tiba di Wae Rebo, maka bisa menumpang di rumah adat milik masyarakat mengingat di Wae Rebo tidak ada home stay atau penginapan dan hanya ada tujuh rumah adat.

Selain rumah adatnya yang menjadi daya tarik, kehidupan masyarakatnya pun tidak kalah menarik loh. Sebagian masyarakat di desa Wae Rebo berprofesi sebagai petani, sedangkan para wanitanya membuat tenun.

Mau menikmati momen bangun di pagi hari sembari menghirup udara sejuk dan juga disuguhi pemandangan perbukitan hijau dan berdekatan dengan awan? Kamu bisa booking  open trip Desa Wae Rebo 2 Hari 1 Malam hanya Rp 1.900.000,- bersama Indahnesia.

Kamu juga bisa merencanakan paket tour WaeRebo kemudian menjelajahi indahnya lautan dan pantai di Labuan Bajo bersama Indahnesia. Cukup hubungi Mbak Indah ( +62 822 7827 8414 ) dan Mbak Nesia (+62 812 3709 6362 ).

Cek Paket Tour Lainnya Dari Indahnesia Di Sini