Bagaimana cara ke Labuan Bajo dari Bali, Denpasar Labuan Bajo ferry, Bali ke Labuan Bajo via darat, Bali ke Labuan Bajo via laut.

Bagaimana cara ke Labuan Bajo dari Bali? Jika kamu kebetulan sedang ada di Bali dan hendak melanjutkan liburan atau penasaran dengan keindahan Labuan Bajo. Maka ada tiga cara akses ke Labuan Bajo dari Bali yang bisa dicoba.

Via Udara
Cara ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur via udara ini paling umum diambil wisawatan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo. Dari Bali kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo menggunakan pesawat kecil (propeler). Jika dari Jakarta, kamu bisa memilih beberapa maskapai penerbangan, ada yang transit terlebih dahulu ke Bali, ada juga yang langsung menuju Labuan Bajo.

Jadwal Penerbangan Lengkap Ke Labuan Bajo

Via Laut
Selain udara, kamu juga bisa menggunakan via perjalanan laut untuk sampai ke Labuan Bajo. Untuk perjalanan via laut ini kamu bisa menggunakan kapal penumpang milik PT PELNI. Namun hanya ada dua kapal PELNI yang melayani rute Bali-Labuan Bajo, yaitu KM Tilongkabila dan KM Binaiya.

KM Tilongkabila berangkat pagi dari pelabuhan Benoa dan tiba di Labuan Bajo pukul 19.00 WITA. Sedangkan KM Binaiya berangkat dari Benoa Bali sore. Perjalanan menggunakan kapal laut ini sudah termasuk makan 3x sehari.

Via Darat
Cara lainnya untuk menuju ke Labuan Bajo dari Bali adalah dengan menggunakan bus. Dari Bali menuju Sumbawa Besar, kemudian dilanjutkan dengan travel ke Bima atau bisa juga langsung bus Sumbawa ke Sape. Jika ingin praktis, kamu bisa menggunakan bus langsung dari Bali ke Bima, bus ini sebenarnya dari Jakarta ke Bima via Bali. Dari Bima bisa melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Sape.

Dari pelabuhan Sape dilanjutkan menyebrang menggunakan ferry menuju Labuan Bajo dengan waktu tempuh sekitar 7-8 jam. Penyebrangan ferry Sape-Labuan Bajo hanya ada satu kali dalam sehari setiap pukul 08.00 WITA.

Jadwal Penyeberangan Ferry Sape-Labuan Bajo

Semoga informasi bagaimana cara ke Labuan Bajo dari Bali ini bisa membantu perjalanan liburan Anda.

Pulau Komodo akan ditutup? Kabar pulau Komodo akan ditutup ini sudah beredar sejak akhir Januari 2019. Pulau yang terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berbatasan dengan Nusa Tenggara Barat ini memang sedang menjadi destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan mancanegara.

Selain pernah masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia, pulau Komodo juga masuk dalam 10 daftar pulau terindah di dunia versi CNN yang dirilis 24 September 2019. Daya tarik pulau Komodo tidak hanya untuk melihat binatang yang dilindungi ini, tetapi juga pemandangan alamnya yang mempesona. Seperti panorama savana dan pemandangan bawah lautnya.

Lalu apakah benar pulau Komodo akan ditutup? Tim Terpadu Pengelolaan Taman Nasional Komodo menyebutkan tidak ada alasan yang bisa dijadikan dasar penutupan pulau ini. Hal ini tegaskan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi.

Berdasarkan kunjungan Tim Terpadu ke Desa Komodo di Pulau Komodo juga melihat masyarakat Desa Komodo menolak wacana penutupan Pulau Komodo. Sekitar 68 persen masyarakat Desa Komodo bermata pencaharian pada bidang usaha pariwisata sehingga jika Pulau Komodo ditutup untuk wisata bisa menimbulkan kerugian pada mereka juga para pelaku usaha.

Sampai akhirnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B Panjaitan menggelar rapat koordiasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, serta Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat di Jakarta pada Senin (30/9/2019). Dari hasil pertemuan tersebut dipastikan jika Pulau Komodo tidak akan ditutup.

Pulau Komodo yang memiliki dua status internasional yaitu sebagai Cagar Biosfer dan Warisan Alam Dunia oleh UNESCO ini menjadikan Taman Nasional Komodo bukan hanya milik Pemerintah Indonesia, tetapi juga menjadi milik dunia internasional. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Pulau Komodo tidak akan ditutup.

Wacana Pulau Komodo akan ditutup yang sudah sampai ke media asing ini tentunya menjadi kabar baik bagi para traveller dan juga dunia pariwisata. Diharapkan dengan tetap dibukanya Pulau Komodo sebagai destinasi wisata ini bisa lebih mengangkat nama Indonesia di mata dunia dan tentu saja mengingatkan jika Indonesia itu masih indah.

Klik di sini untuk Daftar Open Trip Komodo 3 Hari 2 Malam

Paket wisata labuan bajo 2019, cara ke labuan bajo, itinerary labuan bajo, labuan bajo tips.

Destinasi wisata favorit di Labuan Bajo bisa mewakili betapa indahnya alam Indonesia. Labuan Bajo memang diberkahi dengan keindahan alam, tidak hanya pantai, laut, tetapi juga pegunungannya. Tidak heran jika kini Labuan Bajo menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Labuan Bajo di mana letaknya? Labuan Bajo merupakan ibukota dari Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Di Labuan Bajo juga terletak Pulau Komodo yang masuk ke dalam salah astu dari tujuh keajaiban dunia. Pulau Komodo juga dinyatakan sebagai a World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve oleh UNESCO sejak tahun 1986.

Selain Pulau Komodo, destinasi wisata favorit apa lagi yang bisa Anda temukan di Labuan Bajo? Berikut ini daftarnya:

Pulau Rinca
Salah satu gugusan pulau yang terletak di Kepulauan Komodo ini popular akan keindahan alamnya. Pulau ini memiliki titik tertinggi gunung yaitu 670 mdpl sehingga Anda bisa melihat sekeliling Flores dari atas gunung di Pulau Rinca.

Selain menikmati keindahan alamnya, para wisatawan juga akan mengikuti kegiatan pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon bakau.

Pulau Kanawa
Pulau dengan luas kurang lebih 35 hektar ini memiliki keindahan alam yang akan mempesona para wisawatan. Hamparan pasir putih ditambah dengan air laut jernih berwarna biru kehijauan. Kejernihan air lautnya membuat Anda tidak perlu menyelam untuk menikmati keindahan dalam lautnya loh.

Air Terjun Cunca Wulang
Labuan Bajo memang memiliki destinasi wisata paling lengkap. Tidak hanya gunung, laut, pantai, Anda juga bisa menikmati keindahan air terjun, salah satunya air terjun Cunca Wulang. Terletak di kawasan hutan Mbeliling dengan ketinggian 2.000 mdpl. Air terjun ini sekilas mungkin mirip Green Canyon dengan warna airnya yang kehijauan.

Gua Rangko
Terletak di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, tempat wisata Gua Rangko ini menjadi salah satu favorit wisatawan. Gua Rangko memiliki stalaktit dan berbagai bebatuan yang tidak tajam sehingga aman dikunjungi wisatawan.

Di dalam goa pun terdapat air laut berwarna biru jernih. Namun sayangnya untuk mencapai ke Gua Rangko cukup sulit dan aksesnya masih terbatas. Disarankan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi goa dengan pemandangan indah ini ditemani tour guide.

Pulau Padar
Pulau Padar, salah satu pulau terkenal lainnya selain Pulau Komodo. Bedanya di Pulau Padar ini Anda tidak akan menemukan Komodo. Namun keindahan Pulau Padar ini dijamin akan membuat Anda berat untuk meninggalkan pulau ini.

Pulau Padar ditumbuhi banyak sekali rumput dan pepohonan besar. Untuk menikmati keindahan sekitar pulau, Anda bisa mendaki hingga ke puncaknya. Walaupun cukup terjal namun perjalanan ini akan terbayarnya setelah Anda mencapai puncak Pulau Padar.

Wae Rebo
Satu lagi destinasi wisata favorit di Labuan Bajo yang kini sedang popular, Wae Rebo. Dikenal juga dengan desa di atas awan!

Lokasi desa berada di tengah-tengah pegunungan dan masyarakatnya masih menggunakan rumah adat yang unik. Selain itu masyarakat desa Wae Rebo dalam kesehariannya pun masih melakukan kegiatan tradisional.

Lokasinya yang berada di atas awan, keunikan rumah hingga kegiatan keseharian masyarakatnya, menjadikan Wae Rebo sebagai destinasi unik dan patut dilestarikan. Tidak heran, adat budaya yang masih melekat kuat di masyarakat Wae Rebo ini banyak mengundang perhatian para wisatawan, tidak hanya lokal tetapi juga mancanegara.

Bagaimana, tertarik bukan untuk mengunjungi destinasi wisata favorit di Labuan Bajo ini?

 

Klik di sini untuk Daftar Open Trip Desa Wae Rebo 2 Hari 1 Malam